Friday, 20 April 2012

Perjuangkan dirimu

Disebuah kampung yang sunyi, disaat mentari mulai membuka matanya diiringi tiupan semilir angin yang menembus pori-pori, seorang kakek renta berambut penuh uban menghampiri cucunya.

Kemudian Si Kakekpun mengajak berjalan Cucunya kesebuah danau yang tidak jauh dari gubuk tuanya, setapak demi setapak jalan dilaluinya dengan penuh semangat. Tak berselang lama sampailah ke danau yang dituju.

Tanpa berkata sepatah katapun, Si kakek mengambil segenggam pasir yang ada didepannya, soratan tajam matanya seakan menyuruh Si Cucu untuk melihat apa yang akan dilakukan sang Kake.

Sesaat kemudian, Sang Kakek melemparkan genggaman pasir yang digenggamnya ke tengah danau. Air danaupun beriak, kemudian tenang kembali. Suasananpun menjadi hening....
Keheninganpun pudar dengan suara kakek yang menggema...Nak, “jikalau ada orang lain datang ke tempat ini, sementara kita telah pergi, apakah mereka akan mengetahui Jika tadi sudah melemparkan pasir ke danau itu?” ..... Si Cucu menjawab dengan polos “ Tentu Tidak kek, mereka sama sekali tidak akan pernah mengetahui jika kita telah melemparkan pasir itu”...”mengapa?” tanya si Kake dengan menatap tajam.... “ Karena kita tidak meninggalkan bekas, kek”....

Mendengar jawaban cucunya , si kakek tersenyum : “Itulah kehidupan nak, jika kita tidak meninggalkan jejak, jika engkau tak pernah berbuat kebaikan, jika engkau tidak pernah memberikan manfaat bagi dirimu dan orang lain, maka namamu akan terkubur bersmaan dengan jasadmu. Namamu tidak akan pernah di ingat dan dikenang orang-orang yang hidup setelah dirimu, namamupun tidak akan disebut dalam bait-bait doa orang yang mencintaimu, karena engkau tidak pernah bermanfaat bagi orang lain. 

Maka perjuangkanlah dirimu, agar senantiasa bermanfaat untuk orang lain, perjuangkanlah dirimu agar senantiasa memberikan kemudahan buat orang yang ada di sekitarmu, perjuangkanlah dirimu agar tuhan memasukan namamu dalam deretan orang-orang yang menyeru kebaikan. Sesungguhnya jika engkau mengutamkan urusan orang disekitarmu, urusanmu akan masuk didalamnya. Dan yakinlah nak, namamu akan terukir indah dalam sanubari orang-orang yang merindukan surgaNya, namamu akan terpatri kuat bersama orang-orang yang mencintaimu dan mencintaiNya. Namamu akan di kenang laksana matahari yang selalu menyinari tanpa henti.

Thursday, 19 April 2012

Kami Club Motor BUKAN Geng Motor

Akhir-akhir ini berbagai media massa seolah tidak henti-hentiya memberitakan aksi geng motor yang sedang marak belakangan ini. Tak ayal berbagai komentar tak sedappun terlontar dari berbagai kalangan. mereka yang belatar kedimisi, praktisi, parlemen, ahli psikologi terlebih pihak kepolisian dan tak segan-segan hukuman tembak ditempatpun dijatuhkan, pemberitaan yang munculpun seolah mempertontonkan bahwa semua aktifitas kelompok motor yang ada selama ini buruk. Melihat penomena seperti ini salah satu club motor yang ada di bandung ikut angkat bicara.

Club Motor adalah WADAH untuk menampung setiap individu yang memiliki hobi bermotor dan mencari persaudaraan. Tidak hanya itu, Club Motor lebih mengutamakan Safety Riding dan mengajarkan perilaku berkendara yang baik Edwan Ariawan membuka pembicaraan. Disamping itu club motor bagi Rider Cantik Tika Tri Wahyuni seakan menjadi rumah keduanya dan merupaka tempat yag nyaman untuk berkumpul dan tentunya atas seijin orang tuanya dara ayu yang sebentar lagi akan menunuju pelaminan ini masuk club motor.
Peran utama kepolisian sebagai garda pertama penegakan hukum dalam masyarakat sipil berperan membina dan mengarahkan komunitas bermotor untuk menjadi suatu wadah yang sekaligus berperan sebagai 'mitra' untuk sosialisasi berlalu lintas yang baik. Jangan cuma aturan knalpot atau lampu saja yg diutamakan, kalau hanya tebang pilih. Sebaiknya mereka terjun langsung mengarahkan potensi-potensi positif sebagai acuan dan panutan. Kalau caranya hanya sekedar sweeping saja, hal itu sama sekali tidak menciptakan ketertiban. Yang ada malah akan menimbulkan banyaknya hal negatif yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi diawal. Kalau sudah begitu baru deh bicara hukum....Kota Bandung terkenal sebagai kota komunitas, yang semuanya harus dibina dengan baik dan dijaga keharmonisannya..Jangan pernah bicara tentang kondusifitas, kalau untuk terjun langsung saja aparat main tebang pilih...tandas Edwan Ariawan
Pria yang hobi menunggangi kuda besi ini membahkan bahwa dibutuhkan kesadaran dari apa yang dinamakan sebagai 'regulator'... Jangan hanya bereaksi atas apa yang sudah terjadi, lalu sibuk menyalahkan sana sini... Kalau mereka bersikap seperti itu, ya berarti mereka tak lebih pintar dari apa yg seharusnya mereka 'atur'. Kita harusnya menyadari bahwa 'mereka' yg berada di 'grass root' itu bukanlah orang2 yg hanya pengikut tak berotak... Bahwa masyarakat jaman sekarang sudah jauh lebih pintar, dan muak dengan kenyataan yg terjadi selama ini... Dan hanya mereka yang berotak dan berhati 'jernih' lah yang kita butuhkan saat ini... Bukan mereka yg sekedar mencari pencitraan atau hanya jadi selebrita sesaat. Masyarakat butuh tuntunan, bukan 'tontonan' basa basi semata... apalagi 'tuntutan' atas suatu omong kosong dari buah pikir seorang oportunis belaka.
Dari pada mengurusi geng motor. mendingan mengurusi koruptor. Yang di butuhkan geng motor itu pembinaan, karena 99% kaula muda yg memang butuh binaan,pengakuan,dukungan untuk menyalurkan hobinya yg lebih positif..dan emosional mereka masih labil. Pelaku kriminal itu tidak hanya ada di geng motor..tapi juga banyak dikantor kantor, orang bilang tikus kantor&pejabat kotor..Jika geng motor(positif&negatif) dimusuhi oleh aparat&masyarakat pastinya mereka merasa siapapun yg memusuhinya berarti itu lah musuhnya efek negatifnya adalah perlawanan dari mereka yg mau tak mau mengarah kepada kekerasan/kriminalitas..dan mereka semakin terkucilkan&menutup diri. Jadi memusuhi dan memberantas/tembak mati mereka bukan solusi..tapi penyuluhan, pembinaan, pengarahan, penyaluran, pengakuan adalah langkah yg tepat dan Kalo tembak mati koruptor itu baru langkah yg tepat, Santank menimpali.
Maka dari itu dibutuhkan kesadaran dari apa yang dinamakan sebagai 'regulator'. Jangan hanya bereaksi atas apa yang sudah terjadi, lalu sibuk menyalahkan sana sini... Kalau mereka bersikap seperti itu, ya berarti mereka tak lebih pintar dari apa yg seharusnya mereka 'atur'...Kita harusnya menyadari bahwa 'mereka' yg berada di 'grass root' itu bukanlah orang-orang yang hanya pengikut tak berotak. Bahwa masyarakat zaman sekarang sudah jauh lebih pintar dan muak dengan kenyataan yang terjadi selama ini, dan hanya mereka yang berotak dan berhati 'jernih' lah yang kita butuhkan saat ini, bukan mereka yang sekedar mencari pencitraan atau hanya jadi selebrita sesaat. Masyarakat butuh tuntunan, bukan 'tontonan' basa basi semata. Apalagi 'tuntutan' atas suatu omong kosong dari buah pikir seorang oportunis belaka.Lanjut Edwan.

Pada dasarnya club akan sangat mendukung aparat mengadakan/melakukan operasi/razia dimalam hari.. Karena malam adalah kesempatan para kriminal beraksi membawa senjata api&parang(pisau, golok, pedang, samurai,dll) mereka ini individu-individu yg keluar dari tata tertib dan yang terlanjur tanpa ada penanganan (pembinaan, pengarahan,pengakuan, penyaluran) Sehingga perlu aparat tindak tanpa harus tembak ditempat, karena masih ada kesempatan untuk dibina diarahkan ke jalan/jalur yg benar. Rrangkul mereka, karena mereka ANAK manusia seperti anak anda juga.. Sebab hilangnya nyawa tidak bisa dibayar dengan apapun..

Kita saling buktikan aja. Siapa yang memakan hak pejalan kaki?! Siapa yang ga tau diri sms/tlp sambil riding atau sambil bawa mobil?! Yang jelas bukan kita dari kalangan club motor...yang pasti itu semua menjadi pekerjaan rumah buat kita untuk bisa dibuktikan bukan hanya dengan ucapan belaka tapi mari kita perlihatkan dengan sikap dan prilaku kita dijalan baik saat rombongan ataupun saat mengendarai sendiri di jalan raya...OHOS-er.....slalu jadi teladan di jalan..pungkas YVCB 111.

( Photo diambil doc.group facebook  -Kegiatan Sosial Sahur On The Road- )

Wednesday, 18 April 2012

Walimah itu Murah loh.....


Di Masyarakat istilah walimah sudah sangat tidak asing lagi, walimahan itu berupa upacara yang diselenggarakan untuk merayakan pernikahan,sunatan dan lain sebaginya. Dikampung kelahiranku nampaknya hampir seluruh kepala keluarga pernah ngadain walimahan. Ya bentuknyapun beragam , ada yang hanya sebatas makan-makan, ada juga yang mengundang hiburan dengan organ tunggal, qasidahan atau hiburan-hiburan lainnya dan  entar malam harinya dilanjut dengan pengajian umum (ceramah), kebanyakannya gituh....  Pokonya itu panggung minimal 2 hari 2 malam nongkrongin rumah shohibul hajatdeh.....Walhasil tidak sedikit dari mereka yang kurang berkemampuan dari sisi finansial memaksakan minjam ke pihak ketiga baik itu Bank ataupun yang lainnya demi terselenggaranya walimahan. Alasannya sih sederhana, bahwa pernikahan yang diadakan hanya sekali dalam seumur hidup, so pasti prosesnyapun tidak bisa diselnggarakan biasa-biasa sajah, harus meriah. Disamping itu ada kewajiban lain yang tak kalah pentingnya, bagi keluarga perempuan yang hendak menikahkan anak gadisnya mereka harus mempersiapkan perlengkapan seisi rumah tanggga dari mulai piring, sendok, lemari, kursi sampai tempat tidur, dan perlengkapan lainnya pun sebaliknya bagi pihak laki-laki mereka akan mempersiapkan rumah untuk tempat tinggal setelah resmi menikah. Tentunya hal seperti ini lain daerah lain kebiasaan, sehingga untuk di majalengka sendiri kebiasaan antara daerah selatan (hulu) dan daerah timur (hilir) ini sangat jauh berbeda. Terlebih di daerah perkotaannya kebiasaan semisal ini nampaknya tidak terlihat. 
Kebiasaan seperti ini sudah berlangsung sejak lama, sehingga seringkali banyak pemuda yang mengurungkan keinginannya untuk menikah, karena alasan belum siap secara ekonomi. Disudut lain dengan adanya tradisi seperti ini banyak juga yang setelah mengadakan walimahan pihak keluarga harus menanggung hutang ke bank selama beberapa tahun.
Waduuuuuh melihat model kaya gini, aku rada sedikit takut nih kalo hal semisal ini terus berlangsung bisa dipastikan bakal banyak kawula muda yang menunda pernikahan dengan alasan belum siap...entar nambah lagi organisasi baru KPK ( Kumpulan Pemuda tidak Kawin)........Padahal kalo menurut aku nih konsep pernikahan tidak serumit itu....bener ga??
Dalam sebuah riwayat yang berbunyi:
عَنْ اَنَسٍ فِى قِصَّةِ صَفِيَّةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص جَعَلَ وَلِيْمَتَهَا التَّمْرَ وَ اْلاَقِطَ وَ السَّمْنَ. احمد و مسلم
Dari Anas tentang kisah Shafiyah bahwa sesungguhnya Nabi SAW mengadakan walimah (pernikahannya) dengan kurma, keju dan samin. [HR. Ahmad dan Muslim].

Dari hadits diatas sangat jelas bagaimana konsep pernikahan yang diajarkan rasulullah dengan sangat sederhana.Walaupun istilah katanya sekali seumur hidup, tapi kalo misalnya malah menyengsarakan setelahnya meningan itu duit di pake modal awal pernikahan....ya ndo??? 

Sesungguhnya islam itu sangatlah mudah sob, hanya saja kita selaku ummatnya yang seringkali membuat susah dengan alasan-alasan sederhana yang sepintas masuk akal.

Sama halnya dalam ibadah saum yang sebentar lagi akan menemui ummat muslim, dalam hal makanan untuk berbuka puasa, seringkali ummat muslim di kita disibukan untuk mencari makanan yang namanya kurma, diperkuat lagi kata pa ustad dalam ceramahnya di mushala dianjurkan untuk berbuka dengan kurma yang ganjil atau makanan yang manis-manis. Nah permasalahannya sekarang kita ini di Indonesia bung, sepertinya sobat semua pasti sepakat kalo kurma itu bukan makanan keseharian kita, bener kan??? Jadi kalo saja yang berpuasa memaksakan mencari kurma untuk berbuka bahakan ada yang lebih ekstrim nyari kurma yang tempo hari di makan oleh rasulullah, apa itu ga ngada-ngada???? 

up...up..up kojadi ngelantur ke puasa yah....sory guys suka kebablasan.

udah ah....

Kembali ke....leptop....

Jadi intinya gini sob walimahan itu sebetulnya sangat mudah,murah dan sederhana....ya walaupun persepsi sederhana dan murah tiap orang pasti beda-beda. Jangan sampai kita kehilangan essensinya tentang konsep awal dari walimah itu sendiri. Yaitu untuk menginformasikan kepada khalayak tentang pernikahan kita sekaligus bentuk syukur kita dnegan menjamu para tamu undangan....gitu brader...

Cuma permasalahannya sekarang ada ga yang  mau dengan konsep sederhana, untuk jamuannya cukup dengan nasi liwet, ikan asin, sayur asem dan sebangsanya, karena sehari-hari makanannya kaya gituan...hehehe

Yang pasti sobat semua jika mau ngambil sesuatu yang beda dari kebanyakan orang, siap-siap ajah jadi selebritis dadakan....

Are you ready???????
Yes..yes...yes.....gitu dong jawabnya  

Tuesday, 17 April 2012

Abah...

Aku terlahir di keluarga kecil dengan 7 saudara. Aku dibesarkan oleh seorang ayah yang sangat keras dalam pendidikan dan seorang ibu yang baik hati, yang penyayang yang rela menahan perutnya untuk bersaum kalo aku sedang ada Ujian di sekolah. Tiap kali aku ujian di sekolah Mimi selalu saum selama ujian berlangsung, aku sempat melarangnya, tapi dengan alasan ingin mensucikan diri dan ingin mendekat padaNya, bukan karena aku ujian....gitu katanya dan dia tetap meneruskan saumnya.....

Ibuku hanyalah lulusan SR yang sampai hari ketika di tanya tentang hari kelahiran beliau sendiri tidak tahu dan harus melihat KTP. Itu juga katanya di tebak-tebak pas mau menikah dengan bapak. Sehingga disaat temen-temen disekolah dulu mengucapkan ulang tahun ke ibunya, Mimiku justru belum perna aku ucapin selamat.....ya bagiku hari ibu dan ulang tahun Mimi adalah setiap hari. Sehingga menambah rasa sayang rasa bangga rasa tadzim kepada ibu. Mimi juga yang selalu membela aku dan kakak-kakaku  ketika di marahi Abah.  Belum pernah terdengar dari mulutnya perkataan kasar atau bahkan suara keras selain kalo Mimi menyuruhku shalat.

Kata orang-orang abah mirip mantan Wakil Presiden Jusuf kalla..bener ga sih????? tapi ia juga ya mirip....makanya pemilihan presiden 2008 kemaren mamang ikut membantu pasukan 1912...soalnya Calonnya mirip abah plus visi misina sepaham.......hehehehehe....Dalam KTP Abah lahir tahun 1945. Abah seorang PNS di kementerian urusan agama, pensiun disaat aku kelas 4 SD. Aku belajar ngaji kitab gundul dari Abah, menurutku dalam hal ingatan abah paling pintar. Beberapa kitab sudah di lahap olehnya. Abah bukanlah keturunan bangsawan ataupun kiai, semejak kecil dia sering bedagang minyak wangi dengan temannya, Abah besar dengan penderitaan yang sangat sehingga menjadikannya seperti sekarang. Pernah dalam satu waktu karena berbeda pendapat dengan salah seorang tokoh berada dikampung beliau dikeroyok dan dipukuli sehingga giginya tanggal. Berbagai lecehan, ejekan sudah tidak asing di telinga Abah. Sampai akhirnya Abah diterima PNS dan ditempatkan di Bongas.

Masih jelas dalam ingatanku disaat abah berteriak di toa, untuk menjelaskan keutammaan zakat fitrah. Abah di cela, di musuhi ketika berinisiatif mengumpulkan zakat fitah di lembaga amil zakat.  Bagaimana tidak di kampungku waktu itu zakat fitrah harus di kumpulkan di guru ngaji, ma faraji dan kiai setempat, sehingga disaat abah mengeluarkan gagasan tersebut abah di cibir bukan main, terlebih Abah selalu beda dari kebanyakan orang yang ada di kampungku.  Selama bulan puasa, bapak selalu mengajak keluarga untuk shalat tarawih dirumah dengan 11 rakaat, sewaktu subuh beliau tidak menggunakan qunut.  Sehingga abah seolah menjadi orang asing ditengah kebanyakan orang melakukan ritual ibadah yang sama. belum lagi disaat Abah membuka Madrasah Diniyah, yaitu sekolah agama yang belajar selepas duhur Abah juga di musuhi bahkan di teror.

Dalam hal  pendirian Abah sangat kuat. Karena kecerdasannya, kebijakannya dan kepahamanya yang mendalam tentang agama, Abah berhijrah dari pemahamannya terdahulu ke pemahaman baru yang diyakininya benar. Menurutnya ibadah itu adalah bentuk penghambaan makhluk kepada khalik. Jangan sampai ibadah kita di kotori dengan ibadah yang seoalah-olah ibadah padahal mengantarkan kepada kemuyrikan.  Berbagai makam wali di ziarahi dengan tujuan mendoakan dan mencari berkah, adalah hal yang sangat beliau wanti-wanti kepada anak-anaknya untuk tidak dilaksanakan. Karena mereka (makam) tidak mungkin bisa menolong manusia yang ada hanyalah kemusyrikan walaupun dengan dalih berziarah dan mendoakan.

3 tahun sudah Abah meninggalkan kami. ada penyesalanku yang mendalam karena tidak bisa menemaninya di saat azal menjemputnya. bagaimana tidak 3 bulan aku tidak pulang ke rumah, waktu itu aku ikut salah satu program pesatren di Bandung. Kami hanya berkomunikasi via telpn itupun jarang. Sampai programpun akhirnya beres, aku tidak langsung pulang ke rumah, baru beberapa minggu kemudian tepatnya di hari senin aku pulang dan anehnya bentuk kerinduan kami di salurkan dengan diskusi-diskusi kecil dengan Abah walaupun sering berbeda pendapat, tapi aku tau abah hanya ngetes sama seperti dulu waktu aku kecil, tiap hari aku selalu setoran huruf-hurup "nun mati" dan "tanwin", di tambah pula hapalan huruf jar dengan syairnya..."min hiji min logat saking sundana ti, ila kadua ila...dan seterusnya".....rabu pagi aku mengnatar Abah ke bantarujeg untuk ngambil uang pensiun bulanan yang memang waktu itu adalah awal bulan, sorenya abah minta diantar ke balai desa untuk rapat BPD, cuma aku menolaknya dengan alasan aku mau berangkat lagi ke majalengka. ya biasalah anak muda terkadang malah tidak asik lama-lama di rumah, yang biasanya tiap hari ada aktifitas, di rumah malah diem padahal kalo di pikir sekarang apa susahnya coba mengantar abah dulu ke Desa terus berangkat ke majalengka......tapi ya itulah takdir siapa yang tau..selama perjalanan berangkat  tidak ada firasat sedikitpun soal abah. Besok pagi hari kamis seperti biasa aku menjalani aktifitas di Pondok Daarul Arqam, HPku berdering, nama yang keluar Kakak ifarku, dalam hatiku bertanya tumben nih a asep nelpon. ifarku yang satu ini pendiam, tidak bisa basa basi dan satu lagi hobinya kentut di tempat umum, jadia aku rada aneh juga dia nelpon. tanpa basa basi dia bilang...."lan mulang heula...abah maot".......Aku terdiam kaku, bibirku seolah susah bergerak, dengan terbata aku bertanya " a...serius......."........dengan logat kadipaten dia bilang..."inya. matakna buru ayeuna balik".....disana Hatiku berkecamuk, dada terasa bergetar kencang, otot badan ini terasa lemas...seakan badan tak bertulang.....sejenak aku mengambil nafas...lagi-lagi aku menarik nafas....mencoba menenangkan......kuambil air wudlu kuredam hati yang berkecamuk dengan shalat 2 rakaat. Entah shalat apa yang aku kerjakan.  Dalam hatiku yang ada hanyalah minta kekuatan bahwa semua yang bernyawa pasti mati, dan semua orang baik itu ayah, ibu, saudara bahkan kitapun akan mati....

Singkat Cerita aku sampai di rumah, dari kejauhan sudah terlihat kerumunan orang berdiri di depan rumahku,disaat aku tiba mereka semua berdiri dan menatapku, seolah menyambut kedatanganku. ku parkirkan motor di halaman belakang. salah seorang dari mereka merangkulku dengan erat, sambil berbisik "lan sabar".....bibirku terasa kaku untuk berkata...isak tangis dari dalam rumah mulai terdengar samar-samar....aku selalu ingat perkataan abah bahwa jangan sekali-kali meraung, meratapi sesorang yang sudah meninggal.....disana aku kuat menahan air mata agar tidak keluar, kulangkahkan kaki setapak demi setapak masuk ke ruang tengah rumah, disana kulihat abah sudah membujur kaku dengan di bungkus kain kafan....aku terdiam...kulihat mimi di pojok lemari tua sambil memandangku...disana air mataku tak terbendung. disaat kulihat kedua mata mimi...hatiku luluh...jantungku berdegup kencang...kurangkul dia sambil kubisikan.."mi sabar....jalmi hirup pasti maot"....entah kekuatan darimana sehingga aku bisa berkata seperti itu......mendengar ucapanku air mata mimi semakin tak terbendung..."lan...abah lan......abah lan....." aku terdiam kurangkul erat mimi....sambil terus berbisik "ikhlaskeun mi"......."abah lan......abah lan.." sambutnya........

Monday, 16 April 2012

Pernikahan Kilat


Ahad kemarin dering HP bututku berbunyi, sebuah sms undangan syukuran di rumah baru sepasang  pengantin yang sensasional. sejenak pikiranku melayang ke momen bulan kemarin, dimana  tanggal 29 maret lalu seorang sahabat melangsungkan pernikahan yang sangat unik, pernikahan yang begitu kilat bahkan menurutku lebih cepat dari apa yang kupikirkan. Walaupun menurutku agak lumayan lebay tapi boleh juga tuh jadi bahan rujukan bagi sobat semua yang belum nikah (termasuk yang nulis.....hehehe) 
Pengen tau kaya gimana? Jangan penasaran yah...
Yo wis daripada penasaran aku kasih bocoran deh....

Pernikahan diluar kebiasaaan kebanyakan masyarakat yang mereka kemas menambah keyakinanku selama ini kalo nikah itu murah bahkan lebih murah dari pacaran, bener ga? Bayangin aja, kalo sobat semua pacaran, ketemuan tiap minggu, tarolah seminggu anggarannya Rp. 50.000,- kalo sebulan 4 kali pertemuan, berati yang harus di anggarkan Rp.200.000,-. So dalam setaun sobat harus nganggarin Rp. 2.400.000,- itu kalo pacarannya setahun. Lebih dari itu, sobat itung sendiri aja ya!!!!.....itu perhitungan kalo pertemuannya seminggu sekali, coba kalo pertmuannya seminggu 2 atau 3 kali, boleh jadi lebih gede dari itu. Belum lagi pulsa atau hadiah-hadiah lain...wah...wah...wah jangan-jangan bisa kebeli kereta api tuh.hehehe....

Emang sih mereka udah kenal lama, karena berbagai kegiatan yang sering dilakukan bareng dan yang lebih pengaruh menurutku buli-buli dari temen-temen komunitasnya yang bikin geli,tapi menghasilkan...hehehe.......Aku lebih enak nyebutnya “hubungan yang terkondisikan”...bener ga? Tapi tentuya kita harus mengakui kalo tangan tuhan pasti bermain disini. Bagaimanapun yang namanya jodo,pati,bagja,cilaka (sunda.red) ada dalam Qudrah Iradah Allah swt. Sehingga jauh sebelum itu terjadi Allah swt telah menuliskan nama mereka berdua di Lauhul Mahfudz.

29 Maret 2012 kemaren mereka membuktikan kalo nikah itu mudah dan murah. Barakallah untuk saudaraku Fahmi Akbar dan Nurmalia, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah...

Thursday, 8 March 2012

"Cinta" untuk Annisa...


Sang fajar kala itu sudah menampakan kecantikannya,Gemercik rintik air hujan yang menganai tubuhku lama kelamaan membuat jaketku basah seakaan menjadi iringan musik yang mengantarkan kami dalam pencarian sosok yang akan menjadi wali buat calon istriku. Motor Honda 70 hasil tabunganku selama aku bekerja di pabrik kerupuk di jakarta menjadi saksi suka duka aku degan annisa. berbekal isi sms dari mbah, kami menyusuri gelapnya kota Bandung. warung beganti warung, kami turun untuk menanyakan alamat di sms itu.
Tibalah kami di ujung jalan. Disamping kiri kanan berderes bangunan mewah yang belum aku lihat sebelumnya. Mobil berleter B dan D yang berada didepan rumah tersebut, membuat hatiku semakin penasaran, sosok seperti apakah yang akan aku temui.
Kamipun kembali menghentikan kendaraanku, karena alamat yang kami cari ternyata tidak kunjung ketemu. Akupun turun mengahampiri seoarang lelaki tua yang dilihat dari pakaiannya aku yakin jika dia adalah satpam dikomplek perumahan mewah tersebut namanya sodikin. Seperti biasa akupun menayakan alamat yang ada di sms tersebut. “pak punten dupi gg jeger di palih mana”...dengan santun pak sodikinpun menujukan arah...”jang pami gg jegermah di gg itu (sambil menujukan gg gelap) tidak jauh dari kami, belok kanan....lurus...tah pas aya jembatan belok ka kanan...teras lurus...pas warung tarosken weuh nami eta.....” begitu sepintas percakapan kami dengan pak sodikin.
Tibalah kami pada rute yang ditujukan pak sodikin.”Ibu punten bade tumaros , dupi bumi pak wawan anu saurna tos almarhum dipalih mana?....pak wawan??armahum??? dengan raut muka yang sanagt kaget dia menyebut nama pak wawan. “maksud ujang pa wawan raina pa rendi??” “duka bu” nupasti anjeuna kapungkur nikah ka urang sumedang.....oooooh pa wawan eta lereus atuh tapi sakaterang ibumah pa wawan teu acan pupus cep....////???...

Sontak hatiku bergetar, perasaanku semakin tidak karuan...pikirku melayang pada sinetron atau cerita tv yang sedang mencari ayah atau saudara...dari sudut mataku, aku melihat wajah annisa merah padam menahan air mata. Seperti bom Hirosima yang telah menghancurkan Jepang, seperti Gempa Tsunami yang telah meluluhlantakan Kota Aceh, Annisa terdiam seribu bahasa, tak ada satu katapun terucap dari bibir manisnya yang selama ini tidak hentinya-hentinya berdzikir....

Bahkan aku dengar dari tukang warung aku tanya tadi bahwa bukan hanya kami yang pernah menyakan seperti itu, katanya beberapa bulan kemarinpun ada dari subang yang menanyakan hal yang sama. “kieu we jang” sok taroskeun ka rakana.....

Singkat cerita kamipun bertemu dengan pa Jured yang tidak lain adalah kakak dari pa wawan. berarti lelaki tinggi berkacamata dengan uban yang belum banyak adalah ua dari Annisa. Awalnya disaat kami memperkenalkan kecurigaan tidak bisa disembunyikan dari wajah yang sudah mulai keriput itu. Nisa yang dari tadi dia seribu bahasa tak kuat menahan air matanya yang tak pernah surut layaknya banjir di jakarta.

Melihat kondisi seperti itu akupun mengambil alih mengawali perkenalan, ua jured terdiam menarik napas panjang, matanya berlinang penuh keharuan, napasnya seoalah susah untuk keluar...diapun memeluk nisa dengan penuh kasih seperti Adam tatkala bertemu Hawa. dari mulutnya tak henti-henti mengucap permohonan maaf atas perlakuan kakanya pada Nisa dan keluarga.....

Jam ditangaku menunjukan jam 22.15, kamipun berpamitan untuk pulang.  


Bersambung.......
 

Thursday, 9 February 2012

GURU RA/TK DI MALAUSMA BELAJAR HYPNOTIS

Suasana kelas yang menyenangkan dan siswa memahami pelajaran dengan maksimal, merupakan tolak ukur efektifitas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kompetensi dan komunikasi guru adalah salah satu penentu terciptanya pengajaran yang efektif di kelas, oleh karena itu guru yang berkualitas harus menguasai materi dan memahami metode komunikasi dengan siswa.


Menyadari pentingnya kualitas ”sosok guru” sebagai pendidik dan panutan, perlu terus dipelihara karena emosi dan pikiran bawah sadar siswa dengan mudah merekam dan meniru setiap perkataan-perkataan dan pola bahasa yang diucapkan sehari-hari oleh guru, Sinergi Untuk Negeri (SUN) bekerjasama dengan Yayasan Kartika Bungursari menyelenggarakan seminar sehari tentang  Hypno Teaching dengan tema Rahasia Melipatkandakan daya Magnetisme Guru dipandu oleh trainer Muda dari Kota Kembang Fahmi Akbar, CHt.,CF.NLP.
Direktur SUN Alan Barok Ulumudin yang  juga sebagai sekretaris bidang kaderasasi DPD KNPI kab. Majalengka mengungkapkan bahwa “kegiatan  ini terselenggara sebagai kepedulian kami Pemuda Majalengka dalam  upaya peningkatan kualitas pendidikan berkalakter menuju majalengka dan kegiata seperti ini insya allah akan kami selenggarakan roadshow di 23 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Keynote speaker dalam seminar ini Drs.H.Dadan Fauzan menjelaskan bahwa : “masa depan yang gemilang dari bangsa ini ada pada kualitas pendidikan kini, sehingga pendidikan berkalakter menjadi sebuah yang tidak bisa ditawar lagi terlebih dengan visi majalengka Remaja saat ini.” 

Seminar yang diselenggarakan mulai dari jam 09.00 s.d 13.00 ini telah menghipostis 80 peserta yang hadir menjadi lebih percaya diri dan siap take action dalam KBM disekolahnya masing-masing. Peserta dalam seminar ini terdiri dari perwakilan guru RA/TK se kecamatan Malausma ditambah beberapa orang guru RA/TK dari Kecamatan Bantarujeg. Dihadiri juga oleh guru-guru RA Kartika II yang ada di jatiwangi sehingga menambah suasana seminar semakin meriah. “Seminar ini dirasakan sangat bermanfaat bagi kami, banyak ilmu yang kami dapatkan dari seminar sehari ini. Kami mendapatkan rahasia bagaimana mendidik dengan pendekatan hypnosis dan NLP yang sangat luar biasa dahsyat, sehingga kami merekomendasikan semua guru di majalengka mendapatkan hal yang sama” Sambut Teten Nurhayati,S.Pd.I sebagai peserta sekaligus koordinator RA sekecamatan Malausma  ini.

 
Design by Free Themes | Bloggerized by Lasantha - Modified By MangABU | indahnya berbagi